“Zikir itu laksana api. Jika di dalam rumah bertemu dengan kayu bakar, zikir tersebut akan membakar. Jika rumah itu gelap, ia akan menjadi cahaya penerang. Dan jika rumah itu memang memiliki cahaya, ia akan menjadi cahaya di atas cahaya.”
---Ibnu Atha'illah
Ketika hati sudah dipenuhi dengan cahaya, mata batin pasti bisa melihat dengan jelas semua fenomena yang ditangkap indera, pikiran akan memilihkan respon yang positif, sehingga tingkah laku yang lahir senantiasa terpuji dan menyenangkan semua orang. Bukankah sebagian besar prahara rumah tangga lahir karena kesalahan merespon tindakan pasangan? Bukankah kesalahan dalam merespons tindakan itu lahir dari pikiran kalut yang tidak jernih? Dan bukankah pikiran kalut bersumber dari jiwa yang sarat dengan amarah? “Sungguh, jiwa itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku,” (QS Yusuf [12]: 53)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar