Rabu, 16 Juli 2014

Memahami bid'ah dari ulama' salaf

Mengenai ungkapan bahwa "Islam telah sempurna sehingga tidak perlu adanya penambahan atau hal-hal baru dalam Islam". Ungkapan ini sering di salah artikan karena memang Islam itu sudah sempurna tetapi adanya perbuatan atau amalan baru selagi ia termasuk dalam perbuatan yang dianjurkan maka hukumnya boleh.

Karena Sabda Rasulullah SAW secara jelas melarang ‘amalan yang tidak termasuk bagian dari ajaran Islam’ ;
من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
وفي رواية لمسلم: من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
"Siapa yang melakukan perbuatan (amalan) baru dalam urusan (agama) kita yg tidak termasuk bagian darinya (agama Islam) maka perbuatan itu di tolak.” (Hadis riwayat Bukhori dan Muslim)

Para Ulama menyatakan bahwa hadits ini menjelaskan tentang semua amalan yang baru tanpa dilandasi dasar dari ajaran Alqur’an dan As-sunnah maka amalan tersebut ditolak.

Para Ulama dari berbagai disiplin ilmu juga menyatakan bahwa hadits tersebut juga menjelaskan bahwa segala amal perbuatan yang baru dalam agama namun memiliki landasan dari Al-kitab dan As-sunah maka amalan tersebut diterima dan tidak ditolak.

Hal ini dikuatkan dengan hadits lain yang berbunyi:

من سن سنة حسنة له أجره و أجر من عمل به من غير أن ينقص من أجورهم شيئا
Artinya: “Barangsiapa yang membuat tradisi baru yang baik, maka baginya pahala atas pekerjaannya dan pahala setiap orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka.” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi,dan lainya)
................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar